puisi tentang sekolah sd
Puisi Tentang Sekolah SD: Merangkai Kenangan, Menumbuhkan Mimpi
I. Kuil Ceria di Gerbang Sekolah
Sekolah dasar, oh sekolahku,
Gerbangmu menyambut langkahku.
Setiap pagi, mentari bersinar,
Menyirami semangat belajar.
Tas di pundak, langkah bersemangat,
Menuju kelas, tempat ilmu didapat.
Senyum teman, sapaan guru,
Menghangatkan hati, hilangkan pilu.
Bendera merah putih berkibar gagah, lambang negara, tanda martabat. Di lapangan luas, kami berbaris rapi, menyanyikan lagu kebangsaan dengan sepenuh hati.
II. Di dalam kelas, pengetahuan tumbuh
Di kelas sederhana, papan tulis, Guru mengajar dengan sabar dan baik hati. Huruf demi huruf, angka demi angka, Membuka jendela dunia, tak terhingga.
Buku-buku tebal, penuh dengan cerita,
Tentang pahlawan, tentang satwa, tentang cita-cita.
Pensil dan buku tulis menjadi senjata,
Melawan kebodohan, meraih asa.
Suara riuh rendah, tawa canda,
Menghiasi kelas, penuh warna.
Bel istirahat berbunyi nyaring,
Waktunya bermain, hati pun riang.
III. Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Guru, engkaulah pahlawan sejati,
Membimbing kami dengan sepenuh hati.
Tanpa lelah, engkau mengajari,
Membentuk karakter, membangun diri.
Kesabaranmu tiada batasnya, Menghadapi kami yang terkadang nakal dan ceroboh. Namun, kamu tetap tersenyum ramah, Beri semangat, jangan pernah menyerah.
Jasamu tak akan terlupakan, Terukir selamanya di jiwa. Kami berjanji, kami akan selalu berusaha, menjadi orang yang berguna, bagi bangsa dan negara.
IV. Bermain dan Belajar, Dua Sisi Mata Uang
Bukan hanya belajar, kami juga bermain,
Di lapangan hijau, mentari menyinari.
Sepak bola, petak umpet, lompat tali,
Melepas penat, mengisi hari.
Tawa riang menggema di udara,
Persahabatan terjalin, semakin mesra.
Saling membantu, saling menjaga,
Membangun kebersamaan, tanpa prasangka.
Belajar dan bermain, dua sisi mata uang,
Saling melengkapi, tak dapat dipisahkan.
Menumbuhkan kreativitas, mengasah kemampuan,
Mempersiapkan diri, menghadapi masa depan.
V. Kenangan Indah yang Tak Terlupakan
Sekolah dasar, tempatku belajar dan bermain,
Tempatku tumbuh dan berkembang.
Kenangan indah yang tak terlupakan,
Terukir abadi dalam ingatan.
Masa-masa polos, penuh dengan canda,
Bersama teman-teman, suka dan duka.
Guruku tercinta, selalu ada,
Membimbing kami, tanpa pamrih dan cela.
Kelak, ketika kami dewasa,
Kenangan ini akan selalu terasa.
Sebagai pengingat, akan masa lalu yang indah,
Sebagai motivasi, untuk meraih cita-cita yang megah.
VI. Semangat Merah Putih di Dada
Upacara bendera setiap Senin pagi,
Membakar semangat, mengobarkan api.
Menghormati sang saka, dengan penuh arti,
Menjunjung tinggi, harga diri.
Lagu Indonesia Raya berkumandang, menggetarkan jiwa, membangkitkan semangat juang. Kami berjanji, akan selalu berjuang, Demi kemajuan bangsa, tanpa rasa takut dan khawatir.
Semangat merah putih selalu membara,
Di dalam dada, takkan pernah pudar.
Kami adalah generasi penerus bangsa,
Siap membangun negeri, dengan segenap tenaga.
VII. Ilmu adalah Cahaya, Penuntun Jalan
Ilmu adalah cahaya, penuntun jalan,
Membuka cakrawala, menghilangkan kegelapan.
Dengan ilmu, kita bisa berbuat kebaikan,
Membangun masyarakat, mewujudkan impian.
Belajar dengan tekun, tanpa kenal lelah,
Mengejar ilmu, setinggi-tingginya.
Karena ilmu adalah bekal berharga,
Untuk menghadapi tantangan dunia.
Sekolah dasar adalah fondasi utama,
Tempat ilmu pertama kali ditanamkan.
Mari kita jaga dan lestarikan,
Agar generasi penerus dapat merasakan.
VIII. Sekolahku, Rumah Kedua Bagiku
Sekolahku, rumah kedua bagiku,
Tempatku menghabiskan waktu.
Bersama teman-teman, guru-guruku,
Membangun mimpi, meraih tuju.
Setiap sudut sekolah, penuh cerita, Tentang perjuangan, tentang cita-cita. Dari ruang kelas hingga lapangan atletik, Semuanya efektif, tidak akan terlupakan.
Aku bangga menjadi bagian dari sekolah ini,
Tempatku belajar dan mengabdi.
Semoga sekolahku semakin maju,
Mencetak generasi penerus yang bermutu.
IX. Cita-Citaku di Masa Depan
Di sekolah dasar, aku bermimpi,
Tentang masa depan, yang cerah dan gemilang.
Ingin menjadi dokter, guru, atau insinyur,
Memberikan kontribusi, bagi nusa dan bangsa.
Cita-cita itu adalah semangat,
Mendorongku untuk terus belajar dan bersemangat.
Tidak mudah menyerah, menghadapi rintangan,
Karena aku yakin, aku pasti bisa.
Sekolah dasar adalah tempatku mempersiapkan diri,
Menuju masa depan, yang penuh dengan misteri.
Dengan ilmu dan karakter yang kuat,
Aku siap menghadapi dunia, dengan penuh semangat.
X. Terima Kasih Sekolahku, Terima Kasih Guruku
Terima kasih sekolahku, terima kasih guruku, atas segala ilmu dan bimbingannya. Kau telah membuka pintu, Menuju masa depan yang penuh harapan.
Kami berjanji, akan selalu menjaga nama baik sekolah,
Menjadi alumni yang berprestasi dan berguna.
Meneruskan perjuanganmu, untuk kemajuan bangsa,
Mencapai cita-cita, setinggi angkasa.
Puisi ini kupersembahkan,
Untuk sekolah dasar, tempatku belajar dan bermain.
Semoga tetap jaya, sepanjang zaman,
Mencetak generasi penerus yang beriman dan berilmu.

